Ramai Diisukan akan Ambil Alih Bank Muamalat, Ini Profil PT PADI


Dalam beberapa hari belakangan ini dunia perbankan syariah di Indonesia sedang ramai memperbincangkan terkait rencana PT PADI yang akan membeli saham mayoritas Bank Muamalat Indonesia. Sontak berita ini jadi isu utama, mengingat Bank Muamalat adalah bank syariah pertama dan terbesar ke-dua di Indonesia.

Memang bank Muamalat saat ini sedang mencari investor baru untuk menambah modal guna memperbaiki kinerja keuangan, setelah pemegang saham lama tidak bersedia menambah modal. Beberapa investor diisukan tertarik, namun yang paling santer diberitakan akan mencaplok bank Muamalat adalah PT PADI.

Lantas seperti apakah profil PT PADI ?

Dikutip dari www.minnapadi.com, istilah "PADI" merupakan kode saham dari PT PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. Perusahaan ini adalah perusahaan efek yang telah tercatat  di Bursa Efek Indonesia sejak tanggal 09 Januari 2012.

Perusahaan efek adalah perusahaan yang melakukan kegiatan usaha dan memiliki izin Otoritas Jasa Keuangan sebagai Penjamin Emisi Efek (PEE), Perantara Pedagang Efek (PPE), dan atau Manajer Investasi (MI).

Minna Padi didirikan pada tanggal 28 Mei 1998 dengan nama PT. Batavia Artatama Securindo dan berganti nama menjadi PT. Minna Padi Investama Pada tanggal 18 Febuari 2004. Minna Padi memegang ijin usaha sebagai Perantara Perdagangan Efek dan Penjamin Emisi Efek yang diterbitkan pada tanggal 30 Agustus 1999 dan 3 April 2000 oleh Badan Pengawas Pasar Modal (sekarang Otoritas Jasa Keuangan) dan telah memiliki Surat Perijinan Anggota Bursa pada tahun 2004.

Dalam kegiatannya sebagai perantara perdagangan efek, Minna Padi menyediakan fasilitas pembiayaan efek (fasilitas Margin) yang dapat digunakan oleh nasabah yang memenuhi persyaratan.

Sedang dibidang Penjamin Emisi dan Corporate Finance, Minna Padi menyediakan jasa dibidang keuangan lainnya sesuai dengan kebutuhan nasabah seperti jasa penasehat keuangan, merestrukturisasi perusahaan, penggabungan dan pengambilalihan, penawaran umum, dan aksi korporasi lain serta  perencanaan strategis.

Saat ini direktur utama Minna Padi dipegang oleh Djoko Joelijanto sedang komisaris utama oleh Arys Ilyas. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2017 yang dipublis, jumlah total saham Minna Padi adalah sebesar Rp282.681.163.100 dengan susunan pemegang saham :

    Eveline Listijosuputro = 21.55%
    Edy Suwarno Al Jap Sing = 5.46%
    Henry Kurniawan Latief = 0.23%
    Masyarakat (Saldo masing-masing Kepemilikan Kurang dari 5%) = 72.76%

Terkait rencana pengambilalihan saham PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Minna Padi nantinya akan bertindak sebagai pembeli siaga dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan nilai transaksi mencapai Rp.4,5 triliun atau 51% dari total nilai saham bank Muamalat.

Jika benar ini terealisasi, kita lihat aksi korporasi apa yang akan dilakukan oleh Minna Padi guna mendongkrak kinerja bank syariah tertua ini.

Terimakasih sudah berkunjung !
EmoticonEmoticon