Giro Syariah


INFOSYARIAH.COM, Salah satu produk penghimpunan dana bank syariah adalah dalam bentuk Giro. Apa yang membedakan giro pada bank syariah dengan bank konvensional ?


Giro Syariah adalah Simpanan nasabah pada Bank Syariah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya, atau dengan perintah pemindahbukuan.

Giro Syariah termasuk salah satu produk penghimpunan dana (funding). Bagi Bank syariah, giro syariah bermanfaat sebagai sumber pendanaan dan sumber pandapatan dari pemanfaatan dana giro. Sedang bagi nasabah, giro syariah dapat manfaat untuk memperlancar dan mempermudah transaksi pembayaran serta dapat memperoleh imbalan atau bonus.

Akad Giro Syariah

Akad yang dapat digunakan pada produk giro syariah adalah akad Mudharabah dan akad Wadi'ah

Akad mudharabah pada giro syariah adalah akad kerjasama antara nasabah sebagai penyimpan dana (shahibul maal) sedang bank syariah sebagai pihak yang mengelola dana (mudharib). Ketentuan Giro Syariah menggunakan akad mudharabah adalah sebagai berikut :
  1. Dalam transaksi ini nasabah bertindak sebagai shahibul maal atau pemilik dana, dan bank bertindak sebagai mudharib atau pengelola dana.
  2. Dalam kapasitasnya sebagai mudharib, bank dapat melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syari'ah dan mengembangkannya, termasuk di dalamnya mudharabah dengan pihak lain.
  3. Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya, dalam bentuk tunai dan bukan piutang.
  4. Pembagian keuntungan harus dinyatakan dalam bentuk nisbah dan dituangkan dalam akad pembukaan rekening.
  5. Bank sebagai mudharib menutup biaya operasional giro dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi haknya.
  6. Bank tidak diperkenankan mengurangi nisbah keuntungan nasabah tanpa persetujuan yang bersangkutan

Sedang, Giro Syariah dengan akad wadi'ah adalah akad titipan dana dari nasabah kepada bank syariah, dimana bank syariah dapat mengelola dana tersebut tanpa harus memberikan imbalan kepada nasabah jika mendapat keuntungan. Giro syariah dengan akad wadi'ah mengikuti ketentuan sebagai berikut :

  1. Bersifat titipan.
  2. Titipan bisa diambil kapan saja (on call).
  3. Tidak ada imbalan yang disyaratkan, kecuali dalam bentuk pemberian ('athaya) yang bersifat sukarela dari pihak bank.
Dalam prakteknya sebagian besar bank syariah menggunakan akad wadi'ah pada produk giro. Sebab kebutuhan nasabah membuka giro adalah untuk kelancaran dan kemudahan dalam bertransaksi, bukan untuk mencari keuntungan.Sedang akad mudharabah bisanya digunakan untuk akad investasi untuk mencari keuntungan.

Contoh Produk Giro Syariah

BNI SYARIAH GIRO


Giro iB Hasanah (BNI Syariah Giro) ialah simpanan transaksional dalam mata uang IDR dan USD yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan pilihan akad Mudharabah Mutlaqah atau Wadiah Yadh Dhamanah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan Cek, Bilyet Giro, Sarana Perintah pembayaran lainnya atau dengan Pemindahbukuan.
Manfaat :
  • Giro dapat dibuka atas nama perorangan maupun perusahaan
  • Tersedia dalam pilihan mata uang, yaitu Rupiah dan US Dollar
  • Dapat dijadikan sebagai agunan pembiayaan
Fasilitas:
  • Buku Cek dan Bilyet Giro khusus mata uang Rupiah
  • BNI Syariah Card Silver sebagai kartu ATM (bagi Nasabah Giro Perorangan)
  • Layanan Internet Banking, SMS Banking, dan Phone Banking (transaksi non-finansial)
  • Intercity  Clearing untuk kemudahan penarikan cek atau bilyet giro dari bank-bank di seluruh Indonesia
  • Automatic Transfer System Online (Sweep Account Online) :
Untuk pendebetan secara otomatis rekening tabungan/giro lainnya milik nasabah apabila terjadi transaksi penarikan pada rekening giro ,namun saldo giro tersebut tidak cukup. (Fasilitas pendebetan otomatis ini tidak berlaku untuk transaksi yang menggunakan e-channel)
Persyaratan dan Tata Cara :
  • Tidak termasuk dalam Daftar Hitam Bank Indonesia
  • Setoran awal/ pertama
Akad
Mudharabah
Wadiah
IDR (Rp)
USD ($)
IDR (Rp)
USD ($)
Nasabah Giro Dalam Negeri
Perorangan
1.000.000
500
500.000
250
Perusahaan
10.000.000
1.000
1.000.000
250
Bank Dalam Negeri (non koresponden)
10.000.000
1.000
2.000.000

Pemerintah
0
0
0

Nasabah Giro Luar Negeri
Perorangan
5.000.000
5.000
5.000.000
2.500
Perusahaan
25.000.000
5.000
5.000.000
2.500
Lembaga Sekuritas
25.000.000
5.000
5.000.000
2.500
Bank Koresponden
25.000.000
Equivalent Rp 50.000.000
20.000.000
Equivalent Rp 20.000.000
Bank Non Koresponden
25.000.000
Equivalent Rp 50.000.000

Equivalent Rp 20.000.000
  • Memenuhi kelengkapan identitas sebagai berikut :
Identitas Perusahaan Perorangan Ket
KTP/Paspor
KIM/KITAS  WNA
NPWP
Akte Pendirian Perusahaan

Surat Referensi


Sumber :

  1. Fatwa DSN MUI No 1 Tahun 2000 tentang Giro
  2. LAMPIRAN IV SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 36/SEOJK.03/2015 TENTANG PRODUK DAN AKTIVITAS BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH
  3. www.bnisyariah.co.id


















Terimakasih sudah berkunjung !
EmoticonEmoticon